Skip to main content

Posts

Teman Yang Pulang

     ada seorang teman yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pondok setelah lama hatinya bergejolak ingin pulang. dia bukan orang asing. adalah anak dari sahabat ibu. teman berkacamata itu juga merupakan sobat dari sobat bermain bolaku dirumah.      aku sendiri sangat menyesalkan a;asannya untuk pulang. tidak tahan dengan prndidikan klub pramuka yang sering menggunakan pemukulan. postur tubuhnya memang kecil dan kurus. juga tidak terlalu tinggi. hampir sepundakku. menyakitkan memang tubuh seperti itu dipukuli.      bagiku alasan semacam itu sungguh tidak masuk akal. semua ekstrakulikuler yang ada disekolah ini justru merupakan tempat yang membuatku merasa nyaman dan betah di pondok. di organisasi yang mempersatukan kita dan orang-orang satu minat dan hobi itulah hampir semua murid disini menemukan keluarga. termasuk juga klub pramuk yang teman itu ikuti.      aku jadi curiga kalau seben...

Tentang Rindu

     sebuah rasa yang muncul untuk satu atau banyak hal yang telah lama dan jauh kita tinggalkan adalah rindu. itu adalah satu dari sekian banyak prasaan yang memakan tempat di hati, sehingga seringkali membuatnya terasa sempit dan sesak.     hampir semua orang yang pernah melakukan perpindahan dengan artian sesimpel apapun pernah mengalami rindu, karena boleh dikatakan, itu adalah hal yang sangat manusiawi sekali, sebagai bukti bahwa manusia sangatlah lemah, bahkan untuk sekedar berpisah dengan sesuatu yang terlanjut masuk kedalam hatinya.      rindu juga sering diibaratkan seperti sebuah penyakit yang perlu diobati, namun juga ada kalanya rindu itu justru perlu dirawat. agar kita selalu menghargai apa yang kita miliki.     rasa rindu itu jugalah yang tak jarang mendorong diri kita untuk menjadi gila sesaat. memang kita perlu sedikit keluar dari batas kebiasaan untuk merasakan sensai baru.     m...

Catatan Tentang Kepulangan

                Hari ini senin tengah malam, empat agustus dua ribu empat belas. Hampir masuk ke selasa, lima agustus dua ribu empat belas. Dapat dipastikan kalau ini adalah malam terakhir tidur diatas spring bed nyaman, dibawah selimut hangat, dan tenang tanpa gangguan mulut-mulut gila senior pengurus asrama. Ya, esok hari pagi-pagi sekali aku harus sudah berangkat kembali ke Gontor. Tapi hari ini semuanya terasa baik-baik saja, bahkan aku tidak sabar untuk bisa kembali hidup didalam dinamika pesantren yang tidak pernah tidur itu. Aku rindu pondokku.                 Malam ini jelas berbeda dengan malam terakhir yang sebelum-sebelumnya. Karena biasanya disaat seperti ini aku nggak bisa menawar perih dihatiku sendiri. Biasanya berat harus meninggalkan kenikmatan-kenikmatan duniawi yang tersedia lengkap bahkan kadang berlebih dirumah super mewah ini. Kali ini aku just...

Pekat ~part 3

..... api kenapa isi chating itu ngomongin soal, mira?..... “Baca yang bawah, lu pernah jatuh cinta sama Mira, Sur. Lu kira Mira nggak nanggepin, kan? Setau gue, lu keburu hilang duluan,” terang Shila, hatiku sedikit tak tenang. Penjelasan darinya membuatku sedikit merasa ada yang mengganjal didalam dada. Kenangan-kenangan itu diputar didalam kepalaku. Muka Mira bertahun-tahun lalu, gayanya yang pemalu tapi cerewet, kerudungnya yang selalu berlekukan di sebelah kanan atas, senyum paling manis sedunia miliknya, dan yang lainnya, berjalan seperti film paling mengharukan didalam benak, dan dadaku. Untuk beberapa saat, aku melamun memandangi layar handphone itu. Shila menarik paksa kembali handphonenya, menggeser layar, lalu memberikannya kepadaku lagi. “Lihat, dan lo pernah berjanji nggak akan pernah punya pacar. Lo Cuma mau suatu hari nanti, lo bakal dateng langsung ke bokapnya Mira,” Shila dan Ragil ketawa lagi. Aku diam tanpa ekspresi. “Nyalon,” tambah Ragil tersenyum. Dahiku m...

Pekat ~Part 2

          ........    “Kalo lo tau, sejak saat itu, gw selalu mikir ternyata perkataan lo ada benarnya juga. Hampir empat belas tahun gw hidup saat itu kok rasanya kosong banget, ya. Hidup gw begitu normal, Cuma antara rumah dan sekolah. Tanpa ada aktivitas berarti yang lainnya.” Mira tertunduk memainkan jemarinya, lalu memperbaiki lekukan kerudungnya menjadi oval telur.......                          Hujan sudah benar-benar reda saat ini. Jam di dinding bar menunjukkan tepat pukul dua. Mang udin sudah selesai dengan permainan gitarnya, kini ia berbagi suka duka mendirikan kejau kepada para pengunjung lain yang masih setia. Para pelayan mulai membersihkan meja dan menyapu lantai kedai. Mereka bersiap menutup kedai.                 “Untung suatu hari gw bertemu Wahyu, gitaris The Dreamer yang lo lihat tadi. D...

Pekat ~Part 1

            Hujan yang mengguyur kota sejak satu jam terakhir semakin menjadi-jadi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti. Suhu udara malam yang sewajarnya hanya turun sampai ke titik dua puluh derajat celcius tampaknya lebih rendah untuk malam hari ini. Boyolali semakin mendekati puncak musim dingin tahun ini. Aku menaikkan resleting jumper hijau tosca yang kukenakan. Menyeruput kopi, dan memeluk kakiku sendiri yang kunaikkan ke atas sofa semakin erat. Jarum jam di tanganku menunjukkan hampir pukul sepuluh tiga puluh. Mungkin kali ini, lagi-lagi aku akan meninggalkan kedai wedang anget milik mang udin yang buka sampai pukul tiga subuh ini lewat dini hari. Jangan salah, walaupun hanya menyediakan wedang anget dan jajanan ringan khas jawa tengah, kedai ini memiliki desain interior dan eksterior yang begitu menawan. Dari luar, orang akan lebih percaya kalau kedai ini adalah salah satu cabang franchise coffee shop milik asing. Saat masuk ked...

Gontor and it's rain story

                Sudah hampir dua tahun hidup di Gontor. Seiring bergantinya hari, minggu, bulan, tahun, musim pun juga silih berganti. Walaupun tetep Cuma ada dua musim. Penghujan dan kemarau. Tapi hal itu berimbas banyak sekali pada kegiatan kami karena disini kondisinya sangat berbeda sekali dengan kondisi rumah. Baik saat hujan maupun terang. Saat kemarau maupun penghujan.                 Seingetku, sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gontor, kalau lagi musim kemarau, matahari akan bersinar terang sepanjang hari. Dan udara jadi terasa panas sekali. Lebih-lebih pada siang hari kalo lagi dapat iqob dijemur atau lari keliling tujuh belas agustus. Kalau lagi musim kemarau juga, jangan pernah berharap untuk ketemu hujan walaupun sekali dan sebentar sampai musim ini berganti. Belum pernah kualami            ...