Skip to main content

Rediscovering a Lost World

Setelah sekian lama gak nongol, hari ini aku lagi pengen nulis sesuatu.

Gw punya seorang temen yang dulu cuma temen maen game online yang sedaerah, dulu gw ga pernah kepikiran kalo temenan kami ini bisa sampe ke real, ternyata keren banget kalo pertamanya temenan di dunmay. padahal cuma satu di dunmay nya ternyata waktu kebawa real aku juga kenal banyak orang dari dia, seneng asli punya temen real itu. walaupun dulu sempet kecanduan maen game online dak gak begitu suka sama teman yang asli, tapi ternyata... ya begitulah, seneng, kenal game online adalah penyesalan yang indah, haha

Jadi karena ini adalah masa liburan sekolah gw yang lamanya gak tanggun tanggung, 50 hari, bosen juga gan kalo cuma di rumah. kebetulan reza mau maen sama temen temen gank nya gitu lah, daripada garing di rumah gw paksa lah si reza ini buat ngebolehin gw ikut mereka maen, kita sih cuma mau nonton film horror waktu itu.

Disini gw jadi kenal orang orang aneh bego tapi keren, kalo ditelusur dunia mereka tenyata orang orang gila ini passionnya keren keren wkakaka.

dan cuma gara gara maen sekali yang pertamanya iseng ini, mereka udah nganggep gw sebagai temen, seneng asli, orang orang kaya gini ini jarang banget ada menurut gw. ya begitulah kita jadi sering maen bareng, keluar malem bareng, ah serulah kalo punya temen yang gila gila kaya gini. mereka juga seru aja kalo diajak ngobrol, secara mereka ternyata udah dewasa uteknya itu. dan gw bisa menemukan kembali dunia ku yang pernah lama hilang, mengajariku untuk menghilangkan sifat individualis

bingung mau nambahin apa lagi, yang jelas,
mereka udah mengubah cara pandang gw terhadap orang orang di sekitar gw, yang dulu gw pikir mereka ga bisa apa apa dan gw yang paling hebat ternyata enggak, setiap orang punya kelebihan, dan kekurangan, mungkin gw bisa apa yang mereka ga bisa, dan mereka bisa apa yang gw ga bisa, gw jadi tau pentingnya kebersamaan, dimana kita seperti puzzle yang harus saling melengkapi, biar keren.

terakhir makasih buat temen temen baruku :*
reza, galang, rosi, ian. orang kaya kalian emang limited edition

Comments

Popular posts from this blog

Gontor Horror Story~

Satu (lagi) kejadian yang sempat membuat pondok sibuk membicarakannya. Beberapa hari yang lalu, dikabarkan bahwa seorang santri yang berasrama di gedung Yaman kesurupan *JGLARR!!. Letak gedung itu memang cukup ekstrim, yakni diujung tenggara kawasan pondok dan paling dekat dengan sungai Malo—sungai tempat sisa-sisa pengikut PKI dipancung berpuluh tahun yang lalu— letak tersebut masuk kategori seram dan mengerikan untuk ukuran asrama. Menurut kabar yang beredar, sebab seorang santri itu kesurupan menurutku cukup menarik perhatian. Ceritanya, si Dono—sebut saja begitu— kehilangan sejumlah nominal uang yang dia simpa di dalam lemari pakaian. Tidak terima dan sakit hati, emosi Dono pun memuncak. Berdirilah ia di teras kamarnya di lantai dua yang langsung menghadap ke arah sungai Malo. “Sini! Genderuwo, Kuntilanak, Tuyul, atau apapun yang ngambil duitku. ANA LA AKHOF!! Nggak Takut!!” Seperti itu kurang lebih ia berteriak meluapkan amarah . Seakan tantangannya sampai ke telinga ...

Damainya Gontor Tanpa Marosim~

Di Gontor ada dua jalan pemikiran yang saling bertentangan namun juga selalu berjalan beriringan menemani kehidupan santri. Yang pertaman adalah mereka yang setuju bahwa marosim itu bermanfaat untuk melancarkan kegiatan pondok, dan kedua adalah mereka yang justru menganggap marosim adalah bukti bahwa santri Gontor itu lelet dan tidak punya jiwa ketanggapan Jika diterjemahkan denganbahasa arab yang benar, marosim itu berarti upacara. Namun dalam istilah gontori, marosim adalah suatu cara yang dilakukan oleh pengurus untuk mempercepat gerak anggotanya. Misalkan marosim pergi ke masjid, marosim keluar kamar sebelum membaca do’a, marosim berwudlu sebelum shalat, marosim masuk kelas, dan masih banyak lagi. Pokoknya selama ini hidup santri Gontor selalu lengket dengan kata marosim.penggunaan kata marosim tersebut merujuk pada anggota-anggota yang diberdirikan dengan suatu posisi barisan tertentu menyerupai upacara jika terlambat. Sebenarnya penggunaa kata marosim itu kurang tep...

Botak (lagi)

Apakah kamu juga merasakan bahwa ada saat-saat tertentu dalam hembusan napasmu dimana kamu merasa bukan siapa-siapa dalam hidupmu sendiri? Aku merasakannya juga. Terlebih semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, hingga mau tidak mau rambutku harus hilang digundul. Semangat The Show Must Go On- ku seketika saja hilang bersama hilangnya ribuan helai rambutku dipootong oleh tukang cukur dengan upah lima ribu rupiah. Bagi banyak orang mutik—begitu kami menyebut santri dengan skill patuh pada peraturan tingkat dewa— gundul adalah satu hal yang sangat menyakitkan. Identiknya, orang yang kena hukuman botak akan langsung putus asa. Tiak mau turun ke klub olahraga lagi, tidak mau rueun ke klub musik lagi, kalau yang jadi jurnalis seperti ku yang tidak mau turun ke lapangan mencari berita lagi. Dalam skala yang lebih parah, bisa sampai malas sekolah bahkan untuk sekedar belajar sekalipun. Itu bukan tanpa alasan, loh. Sekali lagi botakitu memang menyakitkan. Pandangan semua orang t...